Postingan kali ini membahas bebeapa teknik untuk menghapus folder autorun.inf yang terdapat dalam media flash disk..
folder autorun.inf, merupakan folder proteksi dari antivirus smadav yang berfungsi untuk mencegah penularan virus yang memiliki metode autorun dalam penyebarannya. tapi terkadang sekarang banyak di temui ternyata folder ini justru dimanfaatkan beberapa malware, trojan, rootkit untuk menjangkit kode-kode jahat nya.
Ok.. bagi kita yang tidak yakin dengan keberadaan dan status folder autorun,inf ini, maka berikut beberapa langkah sederhana untuk menghapus tuntas tas tas folder ini:
1. masuk kedalam command prompt, dengan akses stast-run, kemudian ketik cmd. maka akan muncul command promt dengan alamat C:\documents and settings\%user%> (%user% adalah nama user yang aktif).
2. kemudian ketikkan perintah dan enter rd /s /q h:\autorun.inf\con\aux atau rmdr /s /q h:\autorun.inf\con\aux
3. (h = alamat drive flash disk,)
4. lalu jalankan juga rd /s /q h:\autorun.inf\con
5. selanjutnya rd /s /q h:\autorun.inf
6. beberapa kasus metode sederhana ini bisa berhasil dalam penghapusan folder tersebut. untuk memahami lebih lanjut tentang rd atau rmdr, silahkan ketik pada command promt help lalu enter.
7. utnuk kasus dimana metode tersebut tidak berhasil, coba terlebih dahulu scan flash disk, kemudian coba lagi metode diatas.
8. tapi jika memang tidak juga bisa, tentunya format flash disk adalah solusinya.
semoga bermanfaat....
Thursday, February 10, 2011
Sunday, January 23, 2011
Class Mapinfo Callback menggunakan Bahasa C#.
Jika kita mendownload applikasi MapBasic disini. Terdapat beberapa sample applikasi untuk menggunakan mepbasic dan applikasi integrated mapping menggunakan MapInfo melalui Bahasa programming (VB, DELPHI dan .NET).
Kemudian setelah dieksplorasi mapinfocallback class untuk applikasi .NET(VB net, C#), ternyata terjadi beberapa error disaat kita menjalankan perintah mapbasic untuk memanggil Dialog Box mapinfo, misal disaat kita ingin menampilkan Temathic Layer dengan perintah "Mapinfoapp.RunMenuCommand(307)", maka akan terjadi stack applikasi.
Untuk mengantisipasi hal ini, berikut beberapa modifikasi mapinfo callback class yang sudah terbukti berjalan baik....
using System;
using System.ComponentModel;
using System.Windows.Forms;
using System.Runtime.InteropServices;
using System.Collections.Generic;
using System.Text;
namespace Master
{
public interface IMapInfoCallback
{
// Methode untuk mamanggil mapinfo callback saat terjadi perubahan pada map window applikasi, misal nambah layer, atau geser map window
int WindowContentsChanged(UInt32 windowID);
// Metode untuk memanggil mapinfo callback status bar, jadi fungsi status bar di mapinfo akan di embed secara penuh di status bar applikasi kita.
int SetStatusText(string message);
}
public interface ICallbackNotify : ISynchronizeInvoke
{
// Metode memanggil class perubahan status bar.
void OnStatusBarTextChanged(string text);
// Metode memanggil class perubahan yang terjadi di map window applikasi.
void OnWindowContentsChanged(uint windowId);
}
[ClassInterface(ClassInterfaceType.None)]
[ComVisible(true)]
public class MapInfoCallBack : IMapInfoCallback
{
private ICallbackNotify _callbackClient;
public delegate void OnStatusBarTextChangedDelegate(string text);
public OnStatusBarTextChangedDelegate _onStatusBarTextChangedDelegate;
// Variabel yang digunakan untuk menangani error yang terjadi saat pemanggilan dialog box mapinfo, seperti dialog box Temathic layer.
public static bool aman;
public delegate void OnWindowContentsChangedDelegate(uint windowId);
public OnWindowContentsChangedDelegate _onWindowContentsChangedDelegate;
public MapInfoCallBack(ICallbackNotify callbackClient)
{
_callbackClient = callbackClient;
_onStatusBarTextChangedDelegate = new OnStatusBarTextChangedDelegate(_callbackClient.OnStatusBarTextChanged);
_onWindowContentsChangedDelegate = new OnWindowContentsChangedDelegate(_callbackClient.OnWindowContentsChanged);
}
public int WindowContentsChanged(uint windowId)
{
if (_callbackClient != null)
{
if (_callbackClient.InvokeRequired)
{
_callbackClient.Invoke(this._onWindowContentsChangedDelegate, new Object[] { windowId });
}
else
{
_callbackClient.OnWindowContentsChanged(windowId);
}
}
return 0;
}
public int SetStatusText(string text)
{
if (_callbackClient != null)
{
if (aman == true)
{
if (_callbackClient.InvokeRequired)
{
_callbackClient.Invoke(this._onStatusBarTextChangedDelegate, new Object[] { text });
}
else
{
_callbackClient.OnStatusBarTextChanged(text);
}
}
else
{
_callbackClient.OnStatusBarTextChanged(text);
}
}
return 0;
}
//Ini metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi koordinat object
public void selectkoor(string commandInfo)
{
string[] spl = commandInfo.Split(',');
Form1.sLastUserEventY = spl[1];
Form1.PostMessage(Form1.hwndMain, Form1.WM_USER, 0, 0);
}
}
}
mudah-mudahan bisa bermanfaat........
Kemudian setelah dieksplorasi mapinfocallback class untuk applikasi .NET(VB net, C#), ternyata terjadi beberapa error disaat kita menjalankan perintah mapbasic untuk memanggil Dialog Box mapinfo, misal disaat kita ingin menampilkan Temathic Layer dengan perintah "Mapinfoapp.RunMenuCommand(307)", maka akan terjadi stack applikasi.
Untuk mengantisipasi hal ini, berikut beberapa modifikasi mapinfo callback class yang sudah terbukti berjalan baik....
using System;
using System.ComponentModel;
using System.Windows.Forms;
using System.Runtime.InteropServices;
using System.Collections.Generic;
using System.Text;
namespace Master
{
public interface IMapInfoCallback
{
// Methode untuk mamanggil mapinfo callback saat terjadi perubahan pada map window applikasi, misal nambah layer, atau geser map window
int WindowContentsChanged(UInt32 windowID);
// Metode untuk memanggil mapinfo callback status bar, jadi fungsi status bar di mapinfo akan di embed secara penuh di status bar applikasi kita.
int SetStatusText(string message);
}
public interface ICallbackNotify : ISynchronizeInvoke
{
// Metode memanggil class perubahan status bar.
void OnStatusBarTextChanged(string text);
// Metode memanggil class perubahan yang terjadi di map window applikasi.
void OnWindowContentsChanged(uint windowId);
}
[ClassInterface(ClassInterfaceType.None)]
[ComVisible(true)]
public class MapInfoCallBack : IMapInfoCallback
{
private ICallbackNotify _callbackClient;
public delegate void OnStatusBarTextChangedDelegate(string text);
public OnStatusBarTextChangedDelegate _onStatusBarTextChangedDelegate;
// Variabel yang digunakan untuk menangani error yang terjadi saat pemanggilan dialog box mapinfo, seperti dialog box Temathic layer.
public static bool aman;
public delegate void OnWindowContentsChangedDelegate(uint windowId);
public OnWindowContentsChangedDelegate _onWindowContentsChangedDelegate;
public MapInfoCallBack(ICallbackNotify callbackClient)
{
_callbackClient = callbackClient;
_onStatusBarTextChangedDelegate = new OnStatusBarTextChangedDelegate(_callbackClient.OnStatusBarTextChanged);
_onWindowContentsChangedDelegate = new OnWindowContentsChangedDelegate(_callbackClient.OnWindowContentsChanged);
}
public int WindowContentsChanged(uint windowId)
{
if (_callbackClient != null)
{
if (_callbackClient.InvokeRequired)
{
_callbackClient.Invoke(this._onWindowContentsChangedDelegate, new Object[] { windowId });
}
else
{
_callbackClient.OnWindowContentsChanged(windowId);
}
}
return 0;
}
public int SetStatusText(string text)
{
if (_callbackClient != null)
{
if (aman == true)
{
if (_callbackClient.InvokeRequired)
{
_callbackClient.Invoke(this._onStatusBarTextChangedDelegate, new Object[] { text });
}
else
{
_callbackClient.OnStatusBarTextChanged(text);
}
}
else
{
_callbackClient.OnStatusBarTextChanged(text);
}
}
return 0;
}
//Ini metode yang digunakan untuk mendapatkan informasi koordinat object
public void selectkoor(string commandInfo)
{
string[] spl = commandInfo.Split(',');
Form1.sLastUserEventY = spl[1];
Form1.PostMessage(Form1.hwndMain, Form1.WM_USER, 0, 0);
}
}
}
mudah-mudahan bisa bermanfaat........
Friday, January 21, 2011
Embedding Mapinfo +COM in C# Programming
Mencoba untuk berbagi berkaitan dengan Source Code dan Design Applikasi Integrated Mapping (GIS).. untuk itu pada menu Integrated Mapping di samping kanan Blog ini, akan memuat semua class applikasi yang dibutuhkan dalam project ini..
Spesifikasi yang digunakan untuk project ini adalah:
Spesifikasi yang digunakan untuk project ini adalah:
- Engine Mapping menggunakan MapInfo
- Programming Language digunakan C#, dengan tool VS2010.
- MapBasic Programming
- etc..
| FORM GIS |
Google Map di BLOG..
Bagaimana cara menampilkan peta google atau google map di dalam blog. Langkah dan caranya dapat anda ikuti seperti dijelaskan di bawah ini:
Perbesar Tampilan..
- Klik di sini. Tentukan lokasi yang ingin anda tampilkan di blog dari peta tersebut anda.
- Pilih jenis peta yang anda inginkan. Ada map, ada satellite, ada earth. Untuk melihat dan menampilkan masing-masing jenis peta tersebut, klik saja tiap jenis peta yang ada, maka anda dapat memilih sesuai selera anda.
- Klik tulisan link di pojok kanan atas dari peta tersebut. Rubah ukuran tampilan peta agar selaras dengan halaman blog anda dengan klik costumize and preview embedded map. Setelah melakukan perubahan ukuran, copy kode embed yang ada di tekt box dibawah Paste HTML to embed in website.
- Paste code embed dari peta google atau google map tadi di posting blog anda. Caranya sama seperti ketika anda memposting artikel-artikel blog anda yang lain.
- Enjoy It!
PETA KOTA PADANG
Perbesar Tampilan..
Tuesday, May 4, 2010
Monday, May 3, 2010
< SWEEPING KEBOCORAN PDAM KOTA PADANG >
TEAM KREATIF PDAM KOTA PADANG KEMBALI MELAKUKAN SWEEPING KEBOCORAN.
Banyak memang malapetaka yang disebabkan oleh musibah gempa yang melanda sumatera barat tanggal 30 September 2009, bahkan ada yang memberi pameo kejadian tersebut dengan G30S. Salah satu dari sekian malapetaka itu adalah tidak optimalnya pendistribusian air bersih PDAM Kota Padang akibat banyaknya kerusakan pada jaringan perpipaan yang mengantarkan air ke konsumen diantaranya dalam bentuk kebocoran pipa distribusi dan kebocoran pada pipa sambungan rumah (SR) pelanggan PDAM Kota Padang.
Jaringan perpipaan PDAM secara fisik jauh berbeda dengan jaringan listrik, sehingga dalam hal maintenance pun tidak semudah jaringan listrik. Jika terjadi kerusakan pada jaringan listrik, maka pegawai PLN akan sangat mudah menemukan dimana lokasi kerusakan tersebut dan dengan waktu yang sangat cepat dapat memperbaikinya. Berbeda dengan jaringan pipa PDAM, posisi jaringan pipa yang berada di dalam tanah sangat menyulitkan dalam melakukan identifikasi khususnya identifikasi kerusakan atau kebocoran.
Namun karena sulitnya mengidentifikasi kebocoran pada jaringan perpipaan, bukan berarti tidak bisa untuk identifikasi, semua tergantung metode dan etos kerja untuk menyikapi ini. PDAM Kota Padang telah berkomitmen untuk dapat menekan tingkat kebocoran yang diakibatkan oleh G30S tersebut demi Pencapaian Kepuasan Pelayanan Air Bersih Pelanggan.
Berangkat dari hal di atas, DIREKSI PDAM Kota Padang menetapkan kebijakan untuk membentuk suatu team yang bertugas untuk mencari titik kebocoran dikawasan yang rawan kerusakan pipa akibat G30S tersebut. Team tersebut mempunyai suatu agenda kerja yang diberi nama "Sweeping Kebocoran", yang dilakukan secara periodik tiap minggu , dimana waktu pelaksanaannya dilakukan Malam Hari (23.30 - 03.00 WIB).
Pada hari Jum'at tanggal 30 April 2010, dilaksanakanlah kegiatan Sweeping kebocoran. Kali ini yang menjadi kawasan sweeping adalah daerah Pondok dan sekitarnya, lokasi tersebut ditunjukkan oleh peta disamping. Daerah Pondok termasuk kedalam wilayah pelayan pusat PDAM Kota Padang. Dalam kondisi normal daerah pondok dan sekitarnya mendapat pengaliran dari Reservoir Selatan dengan tekanan rata-rata dikawasan tersebut adalah 0,3-0,4. Tapi setelah terjadinya G30S, tekanan air di kawasan tersebut berkisar 0-0,1 ATM, yang bisa dikatakan bahwa mayoritas pelanggan di kawasan tersebut tidak mendapat air secara optimal.
Strategi yang dilakukan untuk Sweeping Lokasi Pondok ini adalah:
1. Proses pengisolasian Kawasan, pengisolasian ini dimaksudkan untuk mengalirkan air secara maksimal ke kawasan tersebut dan memastikan tidak ada air yang akan keluar dari kawasan tersebut. proses ini dilakukan dengan menutup dan membuka beberapa Gate Valve dilokasi tertentu. Team isolasi Gate Valve ini menjadi tugas dan tanggung jawab Sub Bagian Distribusi PDAM Kota Padang, diantaranya
3. Kemudian setelah dipastikan bahwa daerah sudah terisolasi dan pengaliran air sudah dilakukan, maka dilakukan proses pembuangan angin dengan mengatur bukaan Air Valve yang terdapat di jaringan pipa kawasan tersebut.
4. Selanjutnya baru dilakukan kegiatan inti yaitu: mendistribusikan tim sweeping yang terdiri dari 2 orang per tim untuk melakukan penelusuran di tiap ruas jalan kawasan tersebut guna mencari titik-titik kebocoran. kegiatan ini dimulai dari pukul 23.30 - 02.00 WIB.
Hasil yang diperoleh dari kegiatan sweeping kawasan Pondok pada tanggal 30 April 2010 tersebu, ditemukannya sejumlah titik kebocoran pada pipa distribusi dan pipa SR pelanggan PDAM Kota Padang sebanyak 45 Titik Kebocoran. selanjutnya hasil temuan ini akan dilakukan perbaikan dan rahabilitasi jaringan secepatnya guna memnuhi kebutuhan air berseih kawasan Pondok PDAM Kota Padang.
Berikut Dokumentasi Kegiatan Sweeping Kebocoran Tanggal 30 April 2010
Komandan Team Sweeping
Nama : Andri Satria, S.T, M.T
Jabatan : Kepala Bagian Distribusi
Ket : Lagi memberikan pengarahan team dan mengatur startegi untuk pelaksanaan sweeping. walaupun tanpa TOA, namun karena terlalu bersemangat suaranya kedengaran juga oleh 70 anggota lainnya,....
Pengarahan Oleh Direktur Teknik PDAM Kota Padang, Bapak Edwar, SE. menandakan dimulainya pendistribusian team sweeping kelokasi yang ditargetkan...... Arahan yang diberikan penuh semangat agar team memaksimalkan kinerjanya dalam pencapaian target kegiatan ini....
Team Sweeping dengan seksama mendengar pengarahan................. MAJU TAK GENTAR....
Mencari Kebocoran........
Banyak memang malapetaka yang disebabkan oleh musibah gempa yang melanda sumatera barat tanggal 30 September 2009, bahkan ada yang memberi pameo kejadian tersebut dengan G30S. Salah satu dari sekian malapetaka itu adalah tidak optimalnya pendistribusian air bersih PDAM Kota Padang akibat banyaknya kerusakan pada jaringan perpipaan yang mengantarkan air ke konsumen diantaranya dalam bentuk kebocoran pipa distribusi dan kebocoran pada pipa sambungan rumah (SR) pelanggan PDAM Kota Padang.
Jaringan perpipaan PDAM secara fisik jauh berbeda dengan jaringan listrik, sehingga dalam hal maintenance pun tidak semudah jaringan listrik. Jika terjadi kerusakan pada jaringan listrik, maka pegawai PLN akan sangat mudah menemukan dimana lokasi kerusakan tersebut dan dengan waktu yang sangat cepat dapat memperbaikinya. Berbeda dengan jaringan pipa PDAM, posisi jaringan pipa yang berada di dalam tanah sangat menyulitkan dalam melakukan identifikasi khususnya identifikasi kerusakan atau kebocoran.
Namun karena sulitnya mengidentifikasi kebocoran pada jaringan perpipaan, bukan berarti tidak bisa untuk identifikasi, semua tergantung metode dan etos kerja untuk menyikapi ini. PDAM Kota Padang telah berkomitmen untuk dapat menekan tingkat kebocoran yang diakibatkan oleh G30S tersebut demi Pencapaian Kepuasan Pelayanan Air Bersih Pelanggan.
Berangkat dari hal di atas, DIREKSI PDAM Kota Padang menetapkan kebijakan untuk membentuk suatu team yang bertugas untuk mencari titik kebocoran dikawasan yang rawan kerusakan pipa akibat G30S tersebut. Team tersebut mempunyai suatu agenda kerja yang diberi nama "Sweeping Kebocoran", yang dilakukan secara periodik tiap minggu , dimana waktu pelaksanaannya dilakukan Malam Hari (23.30 - 03.00 WIB).
Pada hari Jum'at tanggal 30 April 2010, dilaksanakanlah kegiatan Sweeping kebocoran. Kali ini yang menjadi kawasan sweeping adalah daerah Pondok dan sekitarnya, lokasi tersebut ditunjukkan oleh peta disamping. Daerah Pondok termasuk kedalam wilayah pelayan pusat PDAM Kota Padang. Dalam kondisi normal daerah pondok dan sekitarnya mendapat pengaliran dari Reservoir Selatan dengan tekanan rata-rata dikawasan tersebut adalah 0,3-0,4. Tapi setelah terjadinya G30S, tekanan air di kawasan tersebut berkisar 0-0,1 ATM, yang bisa dikatakan bahwa mayoritas pelanggan di kawasan tersebut tidak mendapat air secara optimal.
Strategi yang dilakukan untuk Sweeping Lokasi Pondok ini adalah:
1. Proses pengisolasian Kawasan, pengisolasian ini dimaksudkan untuk mengalirkan air secara maksimal ke kawasan tersebut dan memastikan tidak ada air yang akan keluar dari kawasan tersebut. proses ini dilakukan dengan menutup dan membuka beberapa Gate Valve dilokasi tertentu. Team isolasi Gate Valve ini menjadi tugas dan tanggung jawab Sub Bagian Distribusi PDAM Kota Padang, diantaranya
- Sub Bag Distribusi Wilayah Pusat : Anruzil, Rudi Putra, Aldimansyah.
- Sub Bag Distribusi Wilayah Utara : Amri, Wihendra.
- Sub Bag Distribusi Wilayah Selatan : Irwandi Chan, Busredar, Anto
- dan dibantu oleh : Kasihono.
3. Kemudian setelah dipastikan bahwa daerah sudah terisolasi dan pengaliran air sudah dilakukan, maka dilakukan proses pembuangan angin dengan mengatur bukaan Air Valve yang terdapat di jaringan pipa kawasan tersebut.
4. Selanjutnya baru dilakukan kegiatan inti yaitu: mendistribusikan tim sweeping yang terdiri dari 2 orang per tim untuk melakukan penelusuran di tiap ruas jalan kawasan tersebut guna mencari titik-titik kebocoran. kegiatan ini dimulai dari pukul 23.30 - 02.00 WIB.
Hasil yang diperoleh dari kegiatan sweeping kawasan Pondok pada tanggal 30 April 2010 tersebu, ditemukannya sejumlah titik kebocoran pada pipa distribusi dan pipa SR pelanggan PDAM Kota Padang sebanyak 45 Titik Kebocoran. selanjutnya hasil temuan ini akan dilakukan perbaikan dan rahabilitasi jaringan secepatnya guna memnuhi kebutuhan air berseih kawasan Pondok PDAM Kota Padang.
Berikut Dokumentasi Kegiatan Sweeping Kebocoran Tanggal 30 April 2010
Komandan Team Sweeping
Nama : Andri Satria, S.T, M.T
Jabatan : Kepala Bagian Distribusi
Ket : Lagi memberikan pengarahan team dan mengatur startegi untuk pelaksanaan sweeping. walaupun tanpa TOA, namun karena terlalu bersemangat suaranya kedengaran juga oleh 70 anggota lainnya,....
Pengarahan Oleh Direktur Teknik PDAM Kota Padang, Bapak Edwar, SE. menandakan dimulainya pendistribusian team sweeping kelokasi yang ditargetkan...... Arahan yang diberikan penuh semangat agar team memaksimalkan kinerjanya dalam pencapaian target kegiatan ini....
Team Sweeping dengan seksama mendengar pengarahan................. MAJU TAK GENTAR....
Mencari Kebocoran........
Halo.......... Kami Jalan Dulu.... Doakan Ya/..... MERDEKA..
Salah Satu Team yang lagi menanggulangi kebocoran kecil dengan Kajai dan Benen...
Lokasi titik Kebocoran yang diperoleh, ditandai dengan Simbol..
Saturday, May 1, 2010
TRANSFER KNOWLEDGE
Dokumentasi Alih Teknologi GIS IRIGASI Kota Payakumbuh.
Tahun 2009, Dinas PU Kota Payakumbuh mengangkat sebuah kegiatan konsultansi penyusunan database irigasi kota payakumbuh berbasis GIS, dimana kegiatan ini dipercayakan kepada PT. ANIRINDO KONSULTAN. dalam kegiatan ini dilaksanakan selama 4 bulan kalender, dimulai dengan tahap colecting data, design konseptual database, design layer pemetaan, design tematik peta yang dibutuhkan, design interface applikasi, analisa data, pelaporan dan setup applikasi.
Diantara tahapan penyelesaian pekerjaan tersebut terdapat kegiatan alih teknologi atau pelatihan singkat pengoperasian applikasi GIS IRIGASI Kota Payakumbuh yang telah dibuat. pembuatan applikasi GIS IRIGASI payakumbuh ini menggunalan beberapa elemen, seperti:
- Engine Database : MS. Access (format mdb)
- Engine Mapping : MapInfo Tab. (MapInfo Corporation)
- Programming : Visual Studio2008 (Visual Basic.Net)
- Report : Crystal Report Designer
- Package Applikasi : Inno Setup
Subscribe to:
Posts (Atom)









